Malang, 26 November 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi tuan rumah International Conference on Islamic Education (ICIED) 2025, sebuah konferensi akademik bergengsi yang mempertemukan para pakar pendidikan Islam dari berbagai negara. Tahun ini, konferensi mengusung tema “Impactful Education: Integrating Knowledge, Technology, and Values for Society”, yang menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan nilai-nilai Islam dalam membangun pendidikan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Konferensi yang berlangsung pada 26 November 2025 ini dihadiri oleh para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari dalam maupun luar negeri. Salah satu pemateri yang turut ambil bagian adalah Syahrudin Syah dari Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) Ngabar, Ponorogo, bersama dua koleganya dari Malaysia, yakni Zakiah Mohamad Ashari dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Khairunesa Isa dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).

Dalam presentasinya berjudul “The Phenomenon of Pesantren Tradition and Modernity: A Case Study of Pondok Pesantren Lirboyo from the Perspective of Mass Media and Social Media”, Syahrudin memaparkan bagaimana pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional kini berada dalam ruang negosiasi antara modernitas digital dan pelestarian nilai-nilai klasik. Ia menjelaskan bahwa mediatization membuat pesantren dituntut untuk adaptif, responsif, sekaligus tetap menjaga otoritas keilmuannya.
Penelitian yang dipresentasikan menyoroti dinamika Pondok Pesantren Lirboyo dalam menghadapi pemberitaan dan eksposur media massa serta media sosial. Temuan studi menunjukkan bahwa pesantren tidak sekadar menjadi objek media, tetapi juga mampu mengatur narasi, memfilter pengaruh modernitas, dan mempertahankan identitas keilmuannya melalui strategi komunikasi yang terukur.
Rektor UIN Maliki Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi internasional seperti ICIED merupakan wadah penting untuk mempertemukan inovasi global dengan tradisi pendidikan Islam. “Integrasi pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan masa depan. UIN Maliki Malang berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu yang menawarkan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dinamis melalui presentasi paralel, diskusi panel, dan sesi tanya jawab. Para peserta berharap konferensi ini dapat melahirkan kolaborasi riset baru serta memperkuat jejaring akademik lintas negara.
Dengan terselenggaranya ICIED 2025, UIN Maliki Malang kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang progresif, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan global.