Yayasan Pendidikan Al-Muttaqiin Jabung Mlarak Ponorogo kembali mengajak umat untuk menapaki jejak spiritual para ulama dan wali Allah melalui kegiatan Ziarah Wali Jawa Tengah 2025, yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 23 Nopember 2025. Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik dari satu kota ke kota lain, melainkan perjalanan hati—rihlah ruhiyah—untuk mengenang perjuangan para penyebar Islam di Nusantara dan meresapi nilai-nilai akhlak, kesederhanaan, serta pengorbanan mereka. Para peserta akan diajak mengunjungi sejumlah maqbarah agung, mulai dari Sunan Kudus dan Sunan Muria di Kudus, Sunan Kalijaga dan Masjid Agung Demak sebagai simbol dakwah Wali Songo, hingga makam Sunan Geseng, Mbah Dalhar Magelang, Kiai Ageng Selo Grobogan, dan Sunan Pandanaran Bayat. Bahkan, tersedia pula opsi ziarah ke Kotagede Yogyakarta, kawasan bersejarah tempat dimakamkannya Raja-Raja Mataram Islam. Setiap lokasi bukan hanya menyimpan jasad para kekasih Allah, tetapi juga menyimpan jejak peradaban, ilmu, dan cahaya dakwah yang tetap hidup hingga kini.
Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta hanya dikenakan biaya Rp 375.000, sudah termasuk fasilitas bus pariwisata istimewa (2–2 seat) full AC, musik, WiFi, snack, air mineral, dan P3K. Pendaftaran dibuka mulai 20 Juni hingga 10 Oktober 2025, dengan uang muka minimal Rp 50.000, sementara pelunasan maksimal tanggal 15 Oktober 2025. Pendaftaran dapat dilakukan melalui formulir online, kantor sekretariat Yayasan Al-Muttaqiin di Jalan Mojopahit No. 22 Jabung Mlarak, atau dengan menghubungi panitia resmi. Ketua panitia menegaskan bahwa ziarah ini bertujuan menghidupkan kembali tradisi ahlus sunnah wal jamaah—tradisi mencintai ulama, memuliakan ilmu, dan menjadikan sejarah sebagai cermin perbaikan diri. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan gaya hidup modern, ziarah ini diharapkan menjadi ruang jeda, tempat hati kembali ditata, iman diperkuat, dan doa dipanjatkan di makam-makam insan pilihan Allah. Yayasan juga menekankan bahwa tempat terbatas dan animo masyarakat tinggi, sehingga jamaah dihimbau segera mendaftar.
Ziarah ini bukan sekadar wisata religi, tetapi sarana tazkiyatun nafs—membersihkan jiwa. Di setiap doa yang dipanjatkan, setiap langkah menuju makam para wali, terdapat harapan agar peserta pulang dengan hati yang lebih tenang, pikiran yang lebih lapang, dan semangat untuk menjadi generasi penerus Islam yang beradab, berilmu, dan mencintai ulama sebagaimana para santri dan pejuang dahulu. Dengan semangat ini, Yayasan Al-Muttaqiin percaya bahwa perjalanan singkat sehari ini akan meninggalkan jejak panjang dalam kehidupan spiritual peserta. Semoga Allah meridai setiap langkah, mengabulkan setiap doa, dan menjadikan perjalanan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Aamiin.